Melirik Investasi Properti di Bali

Melirik Investasi Properti di Bali

Dalam Perkembangan bisnis investasi property di Indonesia, salah satu wilayah yang perlu diperhitungkan adalah provinsi Bali. Berbicara tentang bali, hal pertama yang terlintas di benak kita adalah destinasi wisata dunia. Wisatawan dari berbagai Negara menjadikan Bali sebagai destinasi wisata utama. Trgaedi bom Bali tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk tetap menjadikannya sebagai tujuan utama tempat liburan. Seiring dengan hal tersebut, sebuah implikasi peningkatan ekonomi melalui pengembangan investasi dalam berbagai bidang pasti akan terjadi. Misalnya travelling agency, souvenir, kuliner, property dan masih banyak lagi. Salah satu yang menjadi sorotan utama rumahkeluarga1.com adalah investasi property. Gurihnya bisnis investasi property di Bali, mengundang investor dalam dan luar negeri untuk mencoba menjajaki peluang mendapatkan keuntungan. Kenapa?? Jawabannya jelas, sebagai wilayah destinasi pariwisata dunia, semua wisatawan membutuhkan tempat tinggal atau penginapan. Banyak wisatawan yang karena begitu tertarik dengan pesona pulau Bali memutuskan untuk tinggal berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan ada yang memilih untuk menetap di sana. Sehingga tidak salah kalau banyak konsultan,agen, dan pakar investasi property mengatakan, Bali adalah salah satu tempat subur selain Jakarta dimana bisnis investasi property akan berkembang. Wilayah Kuta, Nusa Dua, Seminyak, dan Sanu merupakan lokasi strategis dan menguntungkan untuk pengembangan investasi hotel berbintang, sedangkan untuk seluruh wilayah Bali, rata-rata 45 % merupakan Hotel Bintang empat. Dalam riset Knight Frank Indonesia, menunjukkan hasil bahwa Bali menempati urutan kedua setelah Jakarta dengan nilai property yang tinggi. Dengan demikian, berpatok pada hukum ekonomi, yang mana dengan permintaan yang tinggi, maka penawaran yang akan diberikan akan semakin tinggi pula atau berbanding searah, bisa dibayangkan begitu tingginya permintaan terhadap ketersediaan property yang dalam perkembangnnya bukan hanya dijadikan sebagai tempat tinggal, tetapi juga dijadikan sebagai tempat untuk menjalankan bisnis, lokasi perkantoran, gedung pertunjukkan, restoran dan lain-lain. Hal ini terjadi, karena tingkat pendapatan masyarakat mengalami grafik yang meningkat tajam. Tidak hanya untuk masyarakat yang bekerja pada sektor pemerintah, tetapi juga pada masyarakat yang bergelut dalam sektor swasta. Masih dalam hasil Knight Frank Indonesia, dijelaskan bahwa kenaikan harga mencapai 30 % sampai akhir tahun 2013, sedangkan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya mencapai 45 %. Konsekuensi logis dengan semakin menggiurnya keuntungan investasi bisnis property adalah, bertumbuhnya investor-investor baru property, yang tentu saja sangat berdampak positif bagi kekuatan pasar property lokal, sehingga kebijakan untuk membuka keran bagi investor asing perlu dipertimbangkan lagi. Karena akan sangat berdampak luas, apabila nanti kondisi ekonomi negara asal para investor tersebut mengalami goncangan ( bubble dialami oleh Cina ketika, keran untuk investor property asing dibuka selebar-lebarnya).
Sehingga kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tentang dukungan pemberian ruang tambah bagi kepemilikan property oleh pihak asing, perlu ditinjau lagi. Investor dalam negeri, bisa meningkatkan kualitasnya apabila kebijakan pemerintah mendukung semua proses ke arah sana. Salah satu dasar dari pernyataan rumahkeluarga1.com ini adalah, karena begitu banyak investor dalam negeri yang malah lari ke luar negeri - dalam hasil riset, Negara Australia, Malaysia dan Singapura adalah persentase terbesar investor dalam negeri mengembangkan bisnisnya - . Sehingga alasan kementrian Perumahan Rakyat bahwa devisa sektor properti banyak yang “lari” ke luar negeri kurang tepat. Pertanyaan kemudian muncul, mengapa mereka (investor dalam negeri) harus lari ke luar negeri, sedangkan di dalam negeri prospek investi property ini masih sangat terbuka lebar dan sangat menggiurkan. Bahkan Jakarta dan Bali menjadi tujuan terfavorit bagi invstasi property di Asia. Rumahkeluarga1.com, lebih menekankan pada pembenahan regulasi kebijakan investasi property dalam negeri, agar investor dalam negeri lebih diutamakan.

0 komentar:

Posting Komentar